Ruri dan jiwanya yang lain
 


konna ni tsumetai tobari no fukaku de
anata wa hitori de nemutteru
inori no utagoe  sabishii nohara wo
chiisa na hikari ga terashiteta
 
anata no yume wo miteta
kodomo no you ni waratteta
natsukashiku mada tooku
sore wa mirai no yakusoku
 
itsuka midori no asa ni
itsuka tadoritsukeru to
fuyugareta kono sora wo
shinjiteiru kara
Fields of hope
 
umarete kita hi ni dakishimete kureta
yasashii ano te wo sagashiteru
inori no utagoe hitotsu kiete mata hajimaru
tayorinaku setsunaku tsuzuku 
 
itsuka midori no asa e
subete no yoru wo koete
sore wa tada hitori zutsu
mitsukete yuku basho dakara 

ima wa tada kono mune de
anata wo atatametai
natsukashiku mada tooi
yasuragi no tame ni
Fields of hope

natsukashiku mada tooi
yakusoku no nohara
Fields of hope
Fields of hope



Ruri dan jiwanya yang lain
kosong...

hujan pun turun menetes membasahi

dalam gelap ku tumbuh

terang muncul melihat dunia

dunia penuh cobaan

dunia penuh harapan

air datang lagi...

aku tumbuh

lebih tinggi

lebih lagi...

menjulang ke angkasa

menggapai langit

angin menerpa...

semakin tinggi aku

semakin besar cobaan

menggapai langit menemani bintang

meski tak pernah sampai padanya

hingga waktu berhenti berjalan bagiku

aku hilang termakan waktu



Label: 0 komentar | edit post
Ruri dan jiwanya yang lain
diam ditengah keramaian

semua bergerak, semua bernafas

berlalu lalang sesuai harapan

kemudian terpikir

bagaimana dengan diam?

punya kah?

terdiam dalam keramaian

hilang sementara tak terpikir apa apa

ketika tersadar

tak berubah, di tempat yang sama

meninggalkan diam

berdiri, bergerak mencapai harapan


Label: 0 komentar | edit post
Ruri dan jiwanya yang lain
.....

aku adalah aku

dimana dalam aku tidak hanya ada aku

ketika aku tak ada dia pun tak ada

dia tak tampak, hanya aku

selalu mengikutiku kapan pun 

tapi

entah kenapa dia tak pernah mengeluh

meski dia tak pernah diperhatikan

meski dia tak pernah berkawan

dia slalu mengikutiku

dalam diam dia setia

bayangku

.....
Ruri dan jiwanya yang lain
Kakak Q yang ney baik..., hhehe...


trus dy ndag lupa ma Q meski q dulu gmn y ke kakak..


ya gt wes...


Kakak Q pinter, baek dah...


Mesti bantu Q klo Q lagi ndag ngerti..


trus tiap kali Q terpaku akan satu pandangan, kakak yang nunjukin Q tentang pandangan laen di tiap masalah ntu..


Kadang Q terlalu egois, pi kakak masi tetep sabar...


hhehe...


Makasi kakak...


Selalu ndag isa kalah ma kakak...


Kakak hebat, makasi kak... ^-^
Untung ada kakak... hhehe... ^^v
Ruri dan jiwanya yang lain
24 November 09 ;16.00 berangkat menuju Pandaan

24 November 09 ; 21.30 sampai di Pandaan, perjalanan lama beudh gara2 supir bus nya kesuen... xp

24 November 09 ; 22.30 keluar cari jagung bakar di daerah ga tw pa namanya yang jelas klo mw k Ledug lewat sana, pi ga sampe ledug...
Dari atas itu aku bisa leat ney, coba tebak ney pa....


 tw ga ney pa?

ney tu....




pemandangan lampu2 dari atas, dari atas pa ea? ya anggap za dari atas kota..., jadi tu lampu2 kota gt... klo gini kq malah jd ga jelas gt ea?



klo gini c ndag  seberapa keren pi klo leat ndiri..., subhanallah keren beudh...

takjub dah pokoknya...

KEREN...............    







Abis beli jagung bakar di suruh cepet pulang ma ayah, disuru tidur..., yawda pulang k rumah budhe...


Paginya 25 November 09 ; 06.15
jalan2 pagi cari koran...


trus lewati ney, ney tempat pa c? hhehe.., q ndag ngerti... da yg tw ndag tu gedung pa?


trus pas jalan berhenti d suatu rumah makan yang lagi tutup, ya jelas lha tutup orang masi pagi..., disana phutu2 ma adek...



hhehe.. narsis mode : ON, narsist lagi merajalela...













25 November 09 ; 08.15 berangkatlah ber3 q, adek, ma mz sepupuq menuju Candi Jawi, disana jg narsis lagi...

dari atas candi....
ney adek saiia..., dy jd ikut2an narsis jg..., ketularan saiia...
whehe.... virus narsis tu ternyata bisa menular jg...,hhahagh... XDD geje...


trus terakhir maen ke air terjun kakek bodo.., hayo sapa yg bodo disini? knapa yak kq dkasi nama air terjun kakek bodo, pa dulu dsana da kakek yg bodo ea? setauq dsana ga da kakek2 tapi da monyet2 gt...

bergelantungan di pohon bambu..., emang bambu pohon? =,="


narsis lgi..., ampe capegh tukang photonya..., hhahagh.. mz q yg sabar y... *ga da orangnya*

narsis tu mang lagi merajalele kayknya, eh lela ding...
duch, perjalanan q panjang beudh padahal cm sehari setengah.....

ney air terjunnya....
sayangnya pas ntu bkn musin ujan, klo musim ujan kata mz sepu2q air terjunnya bisa jauh lebi besar lg....

pi begini za uda indah beudh kq..., naeknya k atas thu yg butuh pengorbanan, sampe terbatuk2 *pas ntu q emang lgi batuk* hhehe... ^^v

trus capegh...., dan akhirnya plng lagi k rumah budhe...., hufht capegh.... pi seneng....



Ruri dan jiwanya yang lain


Ketika tiga sahabat menyukai satu orang yang sama.

Aku Ve, 16 tahun, pelajar, sama seperti kalian. Hidup normal tak ada yang spesial, hanya saja satu perbedaanku dengan kalian. Aku berani. Berani menceritakan kisahku pada kalian yang menurutku sebagian dari kalian yang membaca kisahku pernah mengalami hal yang sama sepertiku. Dan ini kisahku…

Dimulai dari Sandra. Dia salah satu teman terdekatku. Tak pernah mau kalah walaupun selalu aku yang menang. Sok dewasa padahal pikiran masih anak-anak. Dan ada satu hal yang kurasa dia sembunyikan dariku, entah apa tapi kupikir aku tau.

Kedua Ata, humoris, terlalu dikekang ortu. Tapi sering keluyuran tanpa izin. Dibanding dengan Sandra, aku lebih dekat dengan Ata. Kupikir dialah yang terbaik, namun pada akhirnya?

Entah sahabat atau bukan, tapi kami sebut itu sahabat. Sebelumnya bagiku tak ada teman sepenting mereka. Apapun ku lewatkan demi berkumpul bersama mereka. Meski mama sering ngomel, gara-garanya pekerjaan rumah kulalaikan cuma buat main bersama mereka. Pekerjaan rumah dalam hal ini, ngepel, nyapu, beres-beres kamar,dsb. Yang kurasa tak layak dicontoh oleh kalian.

Ada satu orang lagi, Angga. Pangeranku. Dia sempurna. Kurasa dialah awal masalah bagi kami. Diantara kami bertiga, Angga paling akrab denganku.

Kemudian satu hal mengusikku. Tingkah laku Sandra, aku tau dia menyukai Angga, begitu pula aku. Tapi kami tak pernah membicarakan hal ini, berpikir akan mengatakan hal ini pada Sandra saja tidak pernah dan kurasa Sandra sependapat denganku. Hal ini bisa mengganggu hubungan persahabatan kami. Bisa dikatakan seperti itu.

Ata, aku tau Sandra menyukai Angga darinya. Walaupun sudah terlihat jelas dari tingkah laku Sandra. Kuceritakan perasaanku tentang Angga pada Ata. Mungkin dia bisa membantuku. Dia mendukungku. Dia netral, mendukungku maupun Sandra. Tapi aku ragu akan perasaan Angga. Ata juga menyemangatiku, apapun akhirnya harus dihadapi. Aku percaya padanya.

Tapi saat itu, ketika kami bertiga bersama disana ada Angga. Kau tau apa yang dikatakan Ata padaku?

“Untuk terakhir kalinya, baru saja Angga melihat ke arahmu”, Ata membuatku tersipu. Betapa malu dan senangnya aku. Namun saat ku terdiam, ku lihat hal yang sama Ata katakan pada Sandra. Membuat Sandra melakukan hal yang sama sepertiku. Apa maksudnya?

Lama ku terdiam merenungkan sikap Ata. Baru ku teringat perkataan Ata beberapa waktu yang lalu.

“Kenapa tidak dengan aku saja si Angga?”, kupikir dia hanya bercanda saat itu.

Sejak itu aku mulai berpikir. Benarkah persahabatan kami ini tulus? Atau hanya baik di depanmu dan buruk dibelakangmu? Mereka menikammu dari belakang. Perlukah kita berkorban demi mereka? Melewatkan kesempatan yang kita impikan demi mereka? Mereka yang mengatas namakan persahabatan hanya demi keegoisan.

Kadang terpikir olehku, sudahkah aku menjadi sahabat yang baik untuk mereka? Sudahkan aku menjadi sahabat yang benar-benar dibutuhkan oleh mereka? Apa karena aku memperlakukan itu pada mereka sehingga mereka tega melakukan ini padaku? Dan kupikir pada akhirnya persahabatan kami hanya menghasilkan pengkhianatan.

Untuk Angga, terserah kau pilih siapa saja diantara kami. Aku tak peduli. Kehadiranmu seolah membuka mataku tentang inti persahabatan kami. Mungkin akhirnya kau jadi pemicu hancurnya persahabatan ini.

Sandra, jujurlah pada perasaanmu. Jujurlah pada semuanya. Kau tak bisa menutupi apa yang kau rasakan selamanya. Pada akhirnya bau bangkai pun akan tercium pula.

Ata, kau jahat. Aku berani mengatakan itu karena begitulah nyatanya.

Untukku, apa jadinya persahabatanku nanti?

Terakhir untuk semua, yang telah meluangkan waktu membaca kisahku. Lihatlah diri kalian. Nilai diri kalian. Sudahkah kalian menjadi sahabat yang benar? Sahabat yang tak hanya dekat saat butuh kemudian jauh saat tak ada masalah, tapi setiap waktu  sahabat itu ada, suka, duka, jalani bersama.

Ada satu hal yang belum ku ceritakan. Mungkin kalian menganggapku jahat, sok tau, egois dan hal hal buruk lain yang kusimpulkan dari sikap para sahabatku. Tapi aku tau mereka. Aku kenal mereka. Dan aku mengerti mereka. Ketika kau mulai menilai orang lain buruk, lihatlah dirimu dan kau akan temukan keburuan itulah yang ada pada dirimu. Ini bukan tentang sahabatku, tapi ini tentang aku. Awal belum ku perkenalkan namaku. Velicia Sandra Natali itulah namaku dan merekalah aku.


Ruri dan jiwanya yang lain
untuk saat ney masi bingung mw diisi pa..
pa ya?

ide ide ide?

apa au? *lagi sama a'ul*
a'ul jawab : "ga tau.. ga usa diisi west.. penting ga se.. PULANG!!!"

ruri : "uhuk uhuk..." *lagi batuk*
ruri : "sek lha au..., bentar.. au! ntar tungguin q dapet angkot dlu ya.."

a'ul jawab : "hhe he he..." T.T "cepetan ru ngantuk!"

ruri : "sek lha.. eh au, adekq habis ney ultah"
a'ul : "trus opo'o?"
ruri : "ga po2"

ruri : "uhuk!" *batuk lagi*
ruri : "au!"
a'ul : "what?!"
ruri :"mu ga mencium bau2 tidak sedap? kayaknya da yg ngerokok de.. uhuk.. uhuk.." *batuk*\

a'ul :"mana?" *mengendus2...*
ruri :"au! mu mw mengendus2 kayak pa? kayak anjing pa kucing?"
a'ul :"kayak kupu2"
ruri :"kayak kucing za"

ruri :"kamu ngomong pa pas tadi au?"
a'ul :"lupa.. ga bau q tadi pokoknya"

ruri :"uhukk! pa lagi ya au? au! pa lagi?
a'ul :"mmm"

ruri :"uhuk... uhuk.."

ruri :"uhuk! uhuk!"







ruri :"uhuk................."

dan akhirnya percakapan kami pun diakhiri dengan ruri yang terbatuk-batuk... *da masalah tenggorokan*

"uhuk....."

ruri :"besognya a'ul ketularan"
a'ul :"emmoh!"
a'ul :"hadu ditulis... geje anag ini.."
ruri & a'ul :"hahahagh..........."*ketawa*

ruri :"tulis ya?"
a'ul :"hhehe..." T.T "sekarep west"

ruri :"batuk" *uhuk lagi* eh salah ding... "uhuk" *batuk lagi..*

ruri :"west2 mari west... au sudah suda trus pa au?"
a'ul :"ya"

ruri :"au mu ga laper?"
a'ul :"ga! suda sumprit...!"

uda west uda... gt da pokoknya sejarah percakapan kami yang geje....
ruri :"ya au ya"
a'ul :"he'emh..."